#2 Kamu dan Aku

Berdua kita melintasi jalanan yang panjang.
Ujungnya tak terlihat, kita sama-sama masih semangat.
Aku ingin terus berjalan beriringan.
Kamu bertanya, Apa yang akan memisahkan kita?
Aku menjawab, itu waktu.
Waktu akan menjawab semuanya.
Apakah kita akan terus bersatu, atau memisah tak tentu.
 
Kita baru mulai berjalan, masih banyak yang harus dibuktikan
Kita bisa saling berbagi dan mengenal seiring jarak kita berjalan
Telingaku siap mendengar dan lidahku siap berujar.
 
Kanan kiri jalan terlihat sama.
Ada jalan yang tiba-tiba terpisah menjadi tiga.
Kamu bertanya, Apa yang membuat kita tidak tersesat?
Aku menjawab, itu hati
Hati akan memantapkan dirimu dalam mengambil keputusan.
Memilih jalan yang tepat untuk kita lalui.
Bersama.
 
Malam telah tiba, jalanan mulai menemui gulita.
Kita tak dapat lagi melihat arah jalan.
Mengandalkan feeling itu bukan pilihan yang benar
Kamu bertanya, Apa yang akan menjadi pelita untuk kita?
Aku menjawab, itu doa.
Doa, akan menjadi penerang kita.
Bak purnama yang menerangi semesta.
 
Kamu dan aku terus berjalan.
Lurus saja walaupun terkadang berkelok.
Kita tak tahu, apakah nanti akan ada penghalang.
Entah itu binatang buas, perompak kejam, atau malah jembatan yang tumbang.
Jangan pikirkan kemungkinan buruk
Tugas kita hanya berjalan
 
Berdua kita akan menemukan kekuatan.
Kekuatan yang tak terbayangkan.
Binatang buas, perompak kejam dan jembatan tumbang itu hanya sentilan.
Kita bisa mengalahkannya, asal kita bersama.
Berdua.
Aku dan kamu
 
Untuk A
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s