Sendiri

Tiba-tiba aku mulai membongkar tumpukan kertas-kertas zaman SMA. Lalu aku menemukan kumpulan puisi zaman SMA. Sumpah ternyata Alay sangat ternyata. Tapi ga papalah karena dimulai fase inilah aku mulai menyukai menulis. checkidot brother…

Sendiri

Dalam dinginnya malam aku sendiri
Bagaikan karang yang diterpa sebongkah es yang meruncing seperti duri
Dalam panasnya padang pasir aku sendiri
Bagaikan api yang membakar kulit ari

Sekarang aku memang bisa tersenyum
Tapi ternyata hati ini merasa sepi di kalbu yang sunyi
Sekarang aku memang bisa tertawa
Tapi ternyata aku hanya bisa menertawakan kebodohanku di masa lalu
Sekarang aku memang bisa meloncat riang gembira
Tapi ternyata aku telah terjun kedalam jurang penuh putus asa
Sekarang aku merasa tidak butuh dia
Tapi ternyata hati ini merasa berbunga ketika seseorang member harapan kosong

Apakah masih ada orang yang bisa mengangkatku keluar dari palung kegelapan dengan ribuan kebodohan
Apakah masih ada orang yang membawaku kedalam lembah harapan untuk menyongsong cahaya cinta yang tak pernah padam

Semoga harapan itu bisa terwujud
Sehingga aku bisa bersama-sama dunia menyambut matahari pagi yang menyinari bumi
Serayya berkata “Selamat pagi dunia, Selamat pagi kekasih tercinta!”
Banjarmasin, 1 juni 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s