Dalam Diam

Dulu waktu aku masih bersekolah aku bertemu dengan gadis yang memiliki dagu berbelah, dia mempesona, tapi aku tak ingin menjabarkannya. Aku tak ingin tulisan ini menjadi novel yang ceritanya panjang lebar, aku ingin tulisan ini tetap sederhana, dan dibaca oleh orang yang sederhana pula dalam menyampaikan rasa.

Dulu aku hanya bisa mengaggumimu di seberang kelasmu, di gedung bercat warna coklat di lantai dua. Kamu pasti merasakan semilir angin yang mengalir dari arah gedung SMK, ketika pelajaran kosong tiba. Semilir angin lantai 2 itu sungguh sangat ku rindukan sekarang. Wahh kenapa sekarang aku curhat.!!

Dulu aku hanya bisa terpana ketika wajahmu yang teduh karena kilauan butiran air wudhu ketika kau berjalan masuk ke Mushola. Waktu itu aku hanya mencoba menundukkan pandangan, itu yang selalu diingatkan teman-temanku dulu. Sekarang aku merindukan pula nasihat temanku dulu. 🙂

Dulu aku hanya bisa terdiam ingin menanyakan kabar ketika kau memasuki ruang rapat. Mungkin cuma itu momen ketika fisik kita merapat dekat, jaraknya ngga lebih dari 2 meter. Itu sudah sangat dekat bagiku, wajahmu terlihat sangat jelas waktu itu.

Seandainya waktu bisa diputar aku ingin mengatakan, ingin ku katakan ketika aku merasakan rasa itu hampir meledak. Tapi tak apalah, toh sekarang aku juga bisa mengatakan, walaupun ku tak tahu apakah kau akan tahu atau tidak keberadaan tulisan jelek ini. haha

Sekarang aku tak memperdulikan jawaban apa yang keluar. Karena aku sudah cukup puas ketika ini sudah mampu ku sampaikan, walaupun hanya sekedar lewat kata yang tersusun berjajar bukan lewat lisan yang saling berujar.

Sudah sangat lama aku memendamnya. Aku tak minta banyak, tak minta kau ada, apalagi engkau menerima. Aku sudah senang ketika mungkin sekarang kau membaca dan mengetahuinya. Sudah lama aku menyimpan dan sekarang baru ku buka. Banyak debu dan kecoa yang bersarang di sana.

Aku mengatakan ini bukan karena tedensi apa-apa, aku tak ingin mati penasaran, aku tak ingin disebut pecudang oleh diriku sendiri, aku cuma ingin kamu tahu kalau ada orang yang mencintaimu dalam diam dan memendamnya hingga sekarang, empat tahun tepatnya.

–Cuma sekedar memberitahumu bahwa bagian dari masa laluku telah mencintaimu–

Iklan

3 thoughts on “Dalam Diam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s