Jelek dan Bau

“Kuawali kisah ini dengan senyuuman terindah dari lubuk hati yang terdalam” 😀

Aku hanya bisa tersenyum mengingat kata itu, selebihnya aku menghayalkannya kedalam imajinasiku.

Hari ini inginku sama, Besokpun sepertinya sama. Aku tak menyangka gila itu sangat dekat sekali dengan orang yang banyak berharap. Aku tak menganggapmu sebagai langit dan bumi, tapi aku merasa kita sama-sama dibumi tapi kau terpencar entah kemana. Seperti Adam dan Hawa yang menyesal karena tergoda.

Aku ingin menuliskan segala tentangnya, menceritakan segala seluk beluknya, hingga senyumnya yang masih manis jika kita kenang ketika bangun pagi. Tapi entah kenapa jariku membeku ketika imajinasiku mengingat siluet wajahnya. Jariku berkeringat persis dengan sikapku ketika berhadapan dengannya.

Aku cuma ingin bilang rindu, sayang dan cinta. Andai mengatakan 3 kata itu mudah dihadapanmu. Sayangnya lidah ini terlampau bodoh untuk berani bergerak dan mengucap, terlampau kaku tepatnya. Padahal ingin sekali kukatakan rindu dan jangan menjauh lagi, tapi yang kukatakan kamu jelek dan bau.

Separuh diriku merindukan kamu, separuhnya lagi kamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s