[Cerpen] Membuat Pesantren Ramadhan

Ini juga salah satu cerpen yang aku buat–kemarin membuatnya mendadak dan hasilnya pun aku rasa belum maksimal. Cerpen inipun aku ikutkan lomba cerpen antalogi Kisah Ramadhanku, walaupun lagi-lagi gagal menang. Cuma berhasil masuk 32 besar. Mohon kritik dan sarannya. Selamat mengunyah isi cerpen 😀

—-***—-

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan, hal itulah yang kami imani dan menjadi pedoman kami untuk banyak-banyak beribadah di bulan Ramadhan. Aku akan menceritakan salah satu pengalaman yang mengesankan ketika aku menjalani Ramadhan sebagai siswa SMA di Banjarmasin, Ramadhan yang bagiku penuh makna karena aku setidaknya mampu berbagi dengan teman-teman yang lainnya.
Ramadhan tahun 2007 kami dari organisasi Muslim Drenalin berencana untuk menyelenggarakan Pesantren Ramadhan selama 3 hari, walaupun acaranya terbilang singkat setidaknya kami bisa memberi sedikit kontribusi positif dibandingkan kami hanya diam dan menikmati liburan—di Banjarmasin pada bulan Ramadhan minggu pertama dan minggu teakhir, pelajarnya libur sekolah—dirumah tanpa ada kegiatan.
Akan tetapi sedikit gambaran bahwa organisasi Muslim Drenalin yang sedang berjalan 2 tahun dimasa kepengurusan kami merupakan sebuah organisasi keislaman yang independen. Dalam artian tak dibawahi oleh pihak manapun dan tak disokong dana oleh siapapun. Organisasi ini murni bentukan kami sebagai salah satu pelajar yang peduli tentang Islam.
Banyak sekali tantangan yang kami jalani demi berlangsungnya acara kami, mulai dari anggota yang benar-benar aktif hanya sekitar 5 orang, tidak adanya dana sedikitpun dalam kas kami untuk jalannya acara, dan acara inipun kami ambil target peserta yang cukup besar yaitu sekitar 100 orang. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya memasang target puluhan saja.
Langkah yang pertama kali kami jalankan adalah membuat profosal dan menyebarkannya kepada perusahaan-perusahaan atau instansi yang setidaknya perduli akan acara kami. Masuk dari satu perusahaan dan ditolak dari perusahaan itu, merupakan kenyataan pahit yang sering kami alami pada saat itu. Tapi hal itu tak membuat kami patah semangat, setidaknya kami masih tersenyum dengan lebar, walaupun rasa letih bahkan materi kami keluarkan demi acara ini.
Setidaknya kami memiliki keyakinan, semua yang kami korbankan saat ini akan kami dapatkan kembali bahkan berkali-kali lipat jumlahnya. Karena kami sedang berkerja sama kepada sesuatu yang pasti menguntungkan dan sesuatu yang tak pernah menipu kami. Dia lah Allah sang pemilik langit dan bumi ini.
Tak terlepas dari penyebaran profosal itu saja, kami juga berkonsentrasi kepada penyebaran pamflet dan media promosi untuk acara ini, memprint pamflet hingga menyebarkannya, promosi lewat radio, dan memasuki puluhan sekolah untuk menyebarkan undangan dan menempel pamflet disetiap mading yang masih memiliki rongga kosong, bahkan kami menempel selebaran dan pamflet difasilitas umum pada malam harinya. Walaupun mungkin terbilang sedikit berlebihan, tapi kami berkeyakinan semakin kita banyak melihat suatu produk, semakin penasaran kita terhadap produk tersebut. Hal inilah yang ada dibenak para pelaku industri yang membuat iklan gila-gilaan tanpa memperdulikan uang yang keluar.
Karena keyakinan kami tentang promosi yang gila-gilaan itu, maka setiap harinya jika ada waktu kosong atau ketika sekolah sudah bubar. Kami bergerak menempel pamflet ketempat-tempat yang belum terjamah. Tak ada guratan kebosanan dalam raut kami waktu itu. hal ini merupakan salah satu pengalaman baru yang kami dapatkan.
“Setidaknya sedikit banyak kami telah belajar menjadi seorang EO yang baik. Hehe,” pikir kami mengobati sedikit kejenuhan.
Alhamdulillah, setelah usaha keras yang kami lakukan, ternyata jumlah peserta melebihi dari target yang kami rencanakan. Tepatnya sekitar 150 peserta, sebuah angka yang mengejutkan bagi kami waktu itu, terlebih sampai saat akan berlangsungnya acara, kami masih belum mendapatkan dana, profosal banyak yang ditolak, sebagian lagi masih menunggu persetujuan.
Mengenai hal ini kami menyerahkan semuanya kepada Allah. Ketika kita menolong agama Allah, bukankah Allah tak akan tingal diam, Allah pasti memberikan kemudahan,
“Innamal ‘usri yusro, setiap kesulitan pasti ada kemudahan.”
Itu janji Allah, dan kami tak meragukannya sedikitpun. Maka kami tetap bergerak, kami tetap teguh menjalankan acara yang telah kami rancang berbeda dengan pesantren ramadhan kebanyakan. Kami yakin acara ini akan diminati para remaja. Ya analoginya sederhana, ketika kami yang juga remaja ini sangat tertarik dengan acara yang kami buat, tentunya remaja seusai kami yang menjadi pesertapun demikian.
Dengan bermodal uang pendaftaran sebesar 15.000, kami mengalokasikan dana dengan teliti, memperhitungkannya untuk pengeluaran sekecil apapun.
Dan akhirnya kami mampu menjalani tiga hari pesantren ramadhan dengan lancar dan senyum lebar yang kami keluarkan, telah mengobati kelelahan kami mempersiapkan acara. Raut bahagia para peserta pun telah menjadi pelipur lara bagi kami, mengubur segala kepenatan yang hinggap pada kami.
Setidaknya usaha kecil yang kami lakukan ini bisa menjadi pemberat amal baik kami nantinya di akhirat, bisa menjadi saksi, bahwa tubuh yang kami miliki kami gunakan untuk berbuat kebaikan menolong agama-Mu.
Saksikanlah Ya Allah, hamba telah menyampaikan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s