Antara Venus dan Mars

Men are from Mars, Women are from Venus. Banyak orang bilang seperti itu. Venus sebuah planet sebelum bumi yang sering disebut bintang kejora. Sedangkan Mars sebuah planet yang sering disebut kembaran bumi yang memiliki berbagai kemiripan antar keduanya.
Aku tak akan bercerita tentang planet di angkasa, terlalu absurd dan membosankan bagiku. Aku ingin bercerita bahwa Venus dan Mars itu beda, kita sendiri yang memisahkannya. Dan mereka berdua adalah sama, kita sendiri yang menyatukannya. Kita—para Mars—menganggap bahwa Venus jauh berbeda dengan kita. Tapi tak dipungkiri kita merindukan hadirnya venus disisi kita. Bahkan berharap bumi itu tak ada agar tak ada lagi yang memisahkan kita berdua kecuali jarak.
Mars selalu merindukan venus, seperti pelangi yang memisahkan hujan dan mentari dengan romantis. Keinginan mars cukup sederhana, cukup melihat venus dari dekat, mencoba akrab, berbagi cerita bagaimana Venus merasakan panasnya dekat dengan Matahari, atau sebaliknya.
Mars tak ingin melebur bersama Venus, karena itu akan menghancurkan keduanya. Mars sadar akan adanya atmosfer yang memisahkan keduannya agar tak terlalu dekat, agar tak saling bergesekan. Tapi ijinkan Mars memiliki rasa yang sama seperti yang dirasakan Venus.
Aku mengerti kita memiliki banyak perbedaan, kita tak punya waktu untuk saling tatap muka, entah karena terhalang bumi, atau jarak kita yang terlampau jauh untuk bertegur sapa. Materi, atmosfer bahkan struktur batuan kitapun berbeda. Kau bintang kejora dengan cahaya manawan sedangkan aku planet yang sering dibilang tempat alien hidup dan melahirkan.
Aku mengerti sebuah perbedaan itu, jauh sebelum kita dipisahkan oleh ledakan Big Beng. Jauh sebelum kita saling menjauh dan mengembang. Aku mengerti semuanya tanpa engkau jelaskan. Karena dulu kita pernah satu sebelum meledak, kita pernah padu sebelum tuhan berkehendak. Dan aku ingin abadi dengan perbedaan yang kita miliki, harapku cuma satu jangan menjauh karena perbedaan kita sudah cukup untuk membuat kita terpisah.
Aku tetap menganggapmu satu-satunya, karena satu menggenapkan dan dua melenyapkan. Dititik terpanas dari dirimu aku tak akan meleleh dan mencair terpisahkan, tapi aku akan mengkristal ditempa bagaimanapun aku tak bisa dipecahkan.
Dititik terdingin dari dirimu aku tidak membeku dan hancur berkeping ketika jatuh. tapi aku mengental, dihancurkan bagaimanapun aku akan tetap satu.
Aku akan selalu menunggu. Disini, Disemesta ini. Menunggumu berbagi pantulan cahaya denganku, aku yang sekarang mulai meredup karena energiku sudah habis untuk merindumu dan mengagumimu.
Mars – Venus

Iklan

One thought on “Antara Venus dan Mars

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s