Aku dan Menulis – cat 1

Entah menapa aku selalu berkeinginan untuk menulis dan menginspirasi orang lain melalui tulisan. Tapi apa daya, terkadang tulisan yang aku tulis tak sedikitpun dibaca oleh orang lain. Terkadang aku merasa tulisanku hanya seperti catatan kosong tanpa arti, tanpa makna, bahkan sama sekali tak menghibur.

Tapi dibalik itu semua, aku tersadar bahwa menulis bukan tentang bagaimana orang senang membaca tulisan kita. Bukan tentang orang bisa hanyut dalam imjinasi tulisan yang kita buat. bukan tentang orang yang bisa berjam-jam terhipnotis dengan tulisan kita. Tapi tentang bagaimana kita dapat menulis dengan nyaman dan tanpa beban, menikmati setiap alur yang dibuat, merangkai setiap kata tanpa takut hasilnya disenangi atau tidak oleh orang banyak.

Sekarang bagiku menulis bukan untuk mendapat komentar manis atau untaian jempol yang hadir dari orang lain. Tapi menulis memang karena aku senang menulis. Tak perduli dengan penilaian orang, tak perduli dengan cemoohan orang. Sekarang aku menulis tanpa beban, tanpa memperdulikan mau atau tidak orang membaca tulisanku.

Harapanku cuma satu umur tulisanku lebih panjang dibandingkan umur hidupku. Tulisanku masih dibaca dan meginspirasi orang-orang bahkan setelah aku mati. Memang sebuah impian yang sangat muluk bagi penulis amatir seperti ku. Tapi apa perduliku? aku menulis karena aku senang, bukan karena kamu, dia dan anda. Tapi karena aku, hanya aku.

Mungkin itu sekilas tentang aku dan menulis, prinsip yang sekarang aku pegang teguh tentang menulis. Sehingga pada akhirnya nanti blog ini akan penuh dengan tulisanku yang sederhana tapi selalu ada setiap harinya.

Bukankah ada yang bilang belajar 1 jam selama 24 hari itu lebih efektif dibandingkan belajar 24 jam selama 1 hari.

Semoga dengan aku menulis setiap harinya aku bisa belajar lebih baik dalam menulis, imajinasiku semakin hari semakin tajam dan siap menebas segala hal yang mencoba menghalangi.

Aku mohon maaf sebelumnya jika nantinya tulisan diblog ini tak menarik seperti sebelumnya, terlalu sederhana, dan isi tulisan yang tak ubahnya seperti keluhan para abg labil era twitter. Aku sekarang tak perduli oleh penilaian orang, karena aku menulis karena aku suka itu saja. Dan bila suatu waktu ada yang menyukai tulisanku, bagiku itu hanya bonus saja seperti pelangi yang menghiasi hari setelah hujan. Tak harus setiap habis hujankan muncul pelangi. Tapi bila pelangi itu muncul aku akan turut bahagia dan semoga kita bisa menikmatinya bersama. 🙂

NB: catatan harian ku nantinya akan bernomor urut, menandakan bahwa itu adalah tulisanku yang “kupaksakan” ku buat dalam satu hari bagaimanapun sibuknya aku. Satu hari satu tulisan semoga bukan menjadi mimpi lagi.

25 February 2012

Iklan

6 thoughts on “Aku dan Menulis – cat 1

  1. yang paling mengena dan yang paling bermakna adalah;

    1. bukan tentang orang yang bisa berjam-jam terhipnotis dengan tulisan kita. Tapi tentang bagaimana kita dapat menulis dengan nyaman dan tanpa beban, menikmati setiap alur yang dibuat, merangkai setiap kata tanpa takut hasilnya disenangi atau tidak oleh orang banyak.

    2. Tak perduli dengan penilaian orang, tak perduli dengan cemoohan orang. Sekarang aku menulis tanpa beban, tanpa memperdulikan mau atau tidak orang membaca tulisanku.

    3. Harapanku cuma satu umur tulisanku lebih panjang dibandingkan umur hidupku. Tulisanku masih dibaca dan meginspirasi orang-orang bahkan setelah aku mati. Memang sebuah impian yang sangat muluk bagi penulis amatir seperti ku. Tapi apa perduliku? aku menulis karena aku senang, bukan karena kamu, dia dan anda. Tapi karena aku, hanya aku.

    3 point yang lebih dari cukup untuk memotivasi menulis, terutama untuk pemula seperti aku. 🙂

  2. bakat memang menunjang skill seseorang dalam menuylis. Tapi tak ada penulis besar yg hanya menyandarkan pada bakat sepenuhnya. Kuncinya adl trus belajar

  3. Hidup adalah gerakan dan menulis adalah bagian dari hidup yang harus terus bergerak mengisi ruang dan waktu disepanjang rentang kehidupan, hingga gerakan itu berhenti. Tapi sebelum segalanya berakhir “agar tidak bosan, jenuh” menunggu datangnya kematian, kita isilah dengan aktivitas bermanfaat bernilai pahala di sisi-Nya.
    Salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s