Deadly Mist

Malam ini akhirnya aku selesai membaca buku Deadly Mist karangan Jerry D. Gray seorang muallaf dan juga mantan tentara angakatan udara Amerika. Menurutku buku ini terbilang berat karena banyak membahas data-data yang membuat kita perlahan membaca guna memahami maksudnya, tidak seperti membaca novel remaja yang sekali libas.

Aku sebenarnya tidak suka membaca buku yang membuatku membaca perlahan atau mengulanginya kembali guna memahami maksud yang ingin diutarakan penulis. Tetapi buku ini memberikan suguhan teori-teori konspirasi yang bagiku memuaskan logikak. Teori konspirasi bagiku seperti menemukan jalan alternatif dari jalan buntu yang aku temui dan tak tahu lagi harus kemana selain mengikuti jalan alternatif itu. Menemukan jawaban dari pertanyaan yang selama ini tak mampu terjawab secara formal.

Buku ini membahas tentang upaya Amerika merusak kesehatan manusia. Dengan menggunakan trik-trik licik Amerika menghancurkan seluruh kesehatan manusia. Bukan untuk lawannya saja, bahkan untuk warga negaranya sendiri. Warga negaranya sendiri kini menjadi kelinci percobaan dari senjata-senjata biologis yang diciptakannya.

Sebelum kubahas sedikit beberapa senjata biologis yang berhasil diciptakan Amerika. Aku akan sedikit berbagi fakta yang mencengangkan bagiku, yaitu, mengapa penduduk asli Amerika—suku Indian—yang merupakan penduduk asli benua itu sebelum Christopher Colombus menemukan benua Amerika, kini jumlahnya makin berkurang. Bukan karena teori evolusi yang menyebabkan mereka berangsur-angsur punah. Tapi karena mereka diracuni, oh tidak itu masih ringan. Mereka sengaja dibunuh dengan senjata biologis yang Amerika buat guna menguasai benua itu.

Ada beberapa senjata biologis yang sekarang kita sadari merupakan penyakit alamiah dari alam atau penyakit yang tercipta sendirinya. Tapi sesungguhnya penyakit itu sengaja dibuat. Tujuannya apa? Untuk mengendalikan jumlah penduduk di bumi ini. Untuk menghancurkan atau menghilangkan ras-ras inferior yang dianggap tak berguna. Rasisme masih kental di Amerika bahkan lebih dari itu, mereka tak hanya sekedar memandang warna kulit tapi suatu alasan yang membuatku benar-benar marah.

Salah satu senjata biologisnya adalah AIDS. Ini mungkin penyakit yang menakutkan bagi seluruh manusia, karena sampai saat ini masih belum ada obat yang mampu menyembuhkannya. Menurut buku ini HIV/AIDS diciptakan di Fort Detrick, Maryland, dengan cara menggabungkan genom viral dari VISNA dan HTLV-1, karena keduanya hampir identik dengan HIV Genome. Dan sebagai kelinci percobaan digunakan bagi penduduk New York yang homoseksual dengan dalih memberikan vaksin hepatitis B.

Dan yang lebih mencengankan lagi kenapa Afrika merupakan epidemi AIDS. Karena pada tahun 1957-1960 dilakukkannya vaksin polio melalui mulut yang dilakukkan terhadap lebih dari 300.000 orang di Afrika tengah. Inilah titik awal dari epidemi AIDS keseluruh dunia. Yang selanjutnya cepat menyebar karena prilaku seks bebas.

Lantas kenapa sampai saat ini masih belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini? Karena ini memang skenerio untuk mengendalikan jumlah penduduk di dunia dan juga untuk menarik keuntungan dari perusahan farmasi besar dari obat-obat yang sekarang ada dipasaran yang harganya menjulang tinggi.

Obat untuk penyakit inipun hanya berupa antibodi untuk memperkuat system imun ditubuh kita. Keuntungan lainnya, semakin lama kita hidup dengan mengonsumsi obat ini, semakin untung pula perusahaan farmasi dan cara ini menjadi jurus ampuh bagi penyakit-penyakit apa saja yang sengaja diciptaklan oleh mereka. Mereka tidak memberikan obat yang menyembuhkan, hanya seperti vitamin yang mengurangi berbagi rasa sakit tapi tak menghilangkannya dari akar. Mereka hanya perduli dengan uang kita yang kita belikan untuk membeli obat. Hal ini dalam konteks penyakit apa saja. Perusahaan farmasi sebenarnya bukanlah malaikat penolong yang menyembuhkan kita, tapi lintah darat dan malaikat maut yang perlahan mencabut nyawa kita.

Bukan itu saja, semakin lama penderita AIDS dapat bertahan hidup, diharapkan semakin banyak lagi virus yang bisa mereka tularkan kepada siapa saja. Licik bukan? Itu hanya sebagian dari senjata biologis yang sengaja diciptakan.

Masih ada Antrax, Flu burung, kandungan Aspartame yang berbahaya, vaksin-vaksin yang diberikan pada saat kita masih kecil, kandungan fluoride yang tak kita sangka malah membuat kita sakit, asap chemical trails yang dikeluarkan oleh pesawat-pesawat jet yang melintas diudara. Membuat aku membuka mata bahwa sesungguhnya banyak sekali cara-cara yang tak kita diduga  sebagai upaya membuat kita sakit dan mengendalikan jumlah penduduk di dunia.

Buku Deadly Mist ini aku rekomendasikan bagi siapa saja yang perduli terhadap kesehatannya. Isi pikiran licik Amerika untuk menguasai dunia.

Setelah membaca buku ini bertambah pula kebencianku terhadap Amerika, bahkan aku tersadar PBB dan WHO ikut andil terhadap ini semua. Dan tak ada lagi respek bagi organisasi ini. Oh ya, bukan itu saja, akupun sekarang tak percaya lagi bahkan berusaha menjauhi untuk mengonsumsi obat-obatan kimia. Karena kita tak tahu kandungan racun apa didalamnya dan efek samping apa yang akan kita derita.

Sebelum kita menjadi debu yang tertiup angin (Just dust in the wind)—Jerry D. Gray.

Iklan

11 thoughts on “Deadly Mist

  1. Saya sudah membuktikan stelah lama tdk pakai pasta gigi & hanya pake sikat gigi sja saya tdk prnah ato jarang sariawan. Masih banyak bukti selain itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s