life is football

Berbicara soal sepakbola tentu hampir semua orang menyukai atau minimal mengetahui olahraga ini. Olahraga yang paling digemari seantero dunia, bahkan menjadi sebuah bisnis yang tak ada matinya, menghasilkan pundi-pundi uang dari yang bermodal besar, seperti pemilik klub besar, sampai yang bermodal nekat, seperti tukang jual baju bola dipinggir jalan. Semuanya mencoba mengeruk keuntungan lewat olahraga ini.

Olahraga ini juga merupakan hobi yang paling diminati bahkan mungkin yang paling sering diucapkan anak TK ketika gurunya menanyakan soal cita-cita. Memainkan bola, menipu lawan, menendang dengan keras, bahkan menggetarkan jala lawan merupakan sesuatu yang amat menyenangkan bagi sebagian orang, bahkan siapa saja berani mengorbankan waktu, materi dan kesenangan lain demi merasakan taste ini.

Hampir semua orang menyukai olahraga ini, dari yang penggila bola sampai ibu rumah tangga, dari pemain bola hingga pejabat negara. Bahkan jika kalian ingin berkenalan dengan seseorang, tapi bingung ingin mengobrol tentang apa. Soal politik takut dia hanya cuma lulusan SD, soal cinta takut dia sering gagal dan patah hati.

Ya coba saja tentang sepakbola, lihat reaksi wajahnya dan rasakan kehangatan obrolan yang datang. Mau dia gila soal bola atau hanya tahu soal bola saat piala dunia, kita bisa membicarakan apa saja didalamnya. Tentang skill pemain, transfer pemain, stadiun yang megah, jersie bola yang terlihat unyu, biografi pemain idola, kebiasaan pemain diluar lapangan atau kalau kamu sedang berbicara dengan seorang cewek yang ngga tahu tentang bola, coba ajak dia mengingat-ingat ketampanan para pemain bola, ya setidaknya kita akan mendapatkan reaksi yang tak terlalu mengecewakan diobrolan kita.

Aku pun bisa dibilang menyukai olahraga ini, bahkan menyukai memainkannya—tepatnya futsal. Biasanya aku menempatkan posisi menjadi kiper, bukan karena aku hebat menangkap segala bentuk bola yang datang, tapi lebih cenderung kearah teknis. Aku ngga bisa menggiring bola dan ketika menendang bola, arah bola seperti sedang kesetanan. Jadi alangkah baiknya jika aku sedang bermain bola, posisi penonton dengan lapangan minimal 50 meter, menghindari hal-hal yang tak diinginkan, bola mengenai wajah anda!

Akan tetapi sekarang aku telah gantung sepatu untuk memainkan si kulit bundar ini, bukan karena aku tak menyenanginya lagi atau aku menemukan pengganti yang baru, yaitu bola bekel. Tapi kondisi yang tak menginginkannya demikian—sediakan tisu ya.

Faktor utamanya adalah minus dimata ini yang semakin hari semakin bertambah. Dulu aku masih bisa menangkap bola dengan satu tangan sambil siulan, tapi sekarang ketika melihat bola datang mendekati gawang aku seperti sedang berhalusinasi, 6 meter dari gawang aku melihat bola berbayang 8 dan terlihat bias, 4 meter aku melihat 4 bola, tepat satu meter aku baru melihatnya dengan jelas, tapi sayang bolanya tepat mengarah kewajahku, plaakkk, headshot tepat dikepalaku. Aku berhasil menyelamatkan gawangku, penonton riuh, dan aku jadi bahan tertawaan.

Setidaknya aku tak membenci olahraga ini, aku masih menyukainya walaupun aku hanya bisa menonton dipinggir lapangan ketika teman-teman bermain futsal/sepabola, aku masih bisa menyemangati mereka dengan semangat yang berkobar didada tanpa bisa disalurkan. Bahkan acap kali aku diminta menjadi manager, tapi hasilnya lagi-lagi benar-benar memuaskan, tim yang aku arsiteki selalu kalah oleh lawan, jadilah motto tim kami “Tim yang disenangi semua lawan”

Akupun masih bisa menonton tim kesukaanku Manchester United bermain dan aku selalu saja membayangkan aku sedang berdiri menggantikan posisi Rooney, menipu semua lawan, menendang bola dengan keras, dan menghasilkan satu-satunya gol di final liga champions—tolong kawan bangunkan aku dari mimpi ini.

Akupun masih bisa mendukung timnas Indonesia ketika bermain, berteriak ketika gol datang, mengumpat kasar ketika lawan bermain kasar, kecewa ketika lawan memasukkan banyak gol, berdecak kagum ketika pemain timnas melakukkan tipuan kepada lawan, dan termangu sedih, bahkan mencari kambing hitam ketika timnas menerima kekalahan. Haha!

Sepakbola memang menyimpan banyak misteri untuk selalu diikuti, menghadirkan berjuta ekspresi ketika kita melihat, dan meledakkan rasa nasionalisme ketika tim kesayangan kita bermain. Sebuah unsur magic yang sangat luar biasa, bahkan tak ada olahraga sedahsyat ini yang bisa menandinginya.

Aku mulai berbicara banyak tentang sepakbola, walaupun sebenarnya bukan ini maksudku menulis catatan ini. Aku ingin mengajak kalian untuk saling berimajinasi, mengeluarkan aneka fantasi bahwa sebenarnya sepakbola adalah salah satu pencerminan hidup kita saat ini. Sepakbola mencoba menghadirkan aneka hikmah hidup yang tak kita sadari, memberikan pencerminan dari segala yang kita lakukkan didunia ini, memberikan jalan keluar yang tak disadari dari masalah yang kita alami.

Aku ingin mengajak kalian berimajinasi dengan sederhana, tak akan sesulit ketika kalian disuruh menghapal rumus fisika, tak serumit ketika kalian diminta menghapal nama jalan di peta Indonesia.

Sepakbola itu salah satu cermin arti hidup didunia, inilah yang sedang kurasakan hari ini. Coba kalian coba bayangkan akan sangat banyak kemiripan didalamnya.

Ketika sepakbola ditonton ribuan penonton, penuh gemerlapan kilauan cahaya, suara membahana mendukung tim kesayangannya, menunjukkan respek yang luar biasa, diisi oleh para pemain yang bertabur bintang yang telah terkenal seantero dunia.

Pertandingannya disiarkan melalui televisi dan ditonton jutaan orang, banyak orang mengorbankan waktu untuk menontonnya bahkan begadang sampai subuh, dan keesokkan harinya bangun kesiangan, dari pria hingga wanita seakan terhipnotis bahkan melakukan hal gila demi mendukung tim kesayangannya.

Hal ini mirip seperti para orang terkenal, artis beken, pejabat-pejabat tinggi, para orang kaya, dan para orang terpandang. Hidup mereka seakan diikuti glamouritas, kedatangan mereka selalu diiringi teriakan kekaguman, mereka seperti kutub magnet yang siap menarik para serbuk besi, hidup mereka bahkan menjadi inspirasi, keinginan, bahkan mimpi bagi banyak orang. Bukan itu saja, bahkan banyak orang siap melakukan apa saja demi hanya mendapatkan perhatian mereka, mereka seperti seorang dewa yang baik hati, malaikat tanpa cela dibenak para penggemarnya.

Berlawanan dari itu sepakbola juga menghadirkan kesunyian. Ketika tim papan bawah yang baru dibentuk bermain, bahkan tim ini mendapatkan hukuman melakukan pertandingan tanpa penonton karena melanggar aturan dipertandingan sebelumnya. Sepi sekali stadiun kecil itu saat itu, suara jangkrik dirumput lapangan mungkin akan terdengar. Yang terdengar jelas hanya terikan pemain yang meminta operan bola yang sedari tadi hanya berdiri membisu, yang menarik perhatian hanya suara peluit, yang memekakan telinga hanya suara pelatih yang mencoba mengatur pemain dipinggir lapangan.

Tak ada menariknya pertandingan saat itu, bahkan petugas kebersihan stadiun lebih asyik tidur daripada harus menonton permainan yang minim skill itu. Para pemain diisi pemain yang berkualitas rendah, minim skill dan power, yang mereka bisa hanya berlari dan menendang bola. Menonton pertandingannya selama 90 menit sama dengan memandang area kuburan disiang hari, tak ada yang menarik.

Hal ini juga sama dengan para manusia biasa, bahkan banyak orang anggap sebagai sampah masyarakat, benalu yang hanya menyusahkan. Tak ada yang menarik dihidupnya bagi anggapan semua orang. Tak ada satupun bagian yang bisa memalingkan mata seseorang agar mampu berdecak kagum kepada kehidupannya. Autobiografinya pun tak membuat orang tersentuh untuk membacanya. Memprihatinkan!

Bersambung

Tulisan ini terlalu panjang insyaallah akan disambung, karena didalam sepakbola ada dimana fase kita terjatuh = gagal dalam menghadpi masalah, berlari = mengejar impian hidup ini, melakukan selebrasi = meraih keinginan, mengangkat tropy = meraih tujuan utama hidup didunia ini, menangis ketika kalah dalam pertandingan = bersedih dalam hidup ini,  menaati peraturan = aturan yang ada dihidup ini dan masih banyak lagi yang mampu dibahas, menjelajahi beraneka ragam misteri dari sepakbola ini.

*jangan kalian bilang hanya membaca tulisan ini pada bagian awal dan akhir cerita ini. he

Iklan

5 thoughts on “life is football

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s