tulisan yang tak perlu dibaca

Di Ramadhan kali ini aku berjanji dalam hati untuk memaksimalkan ibadah dibulan ini, tak akan ku sia-siakan waktuku terbuang sia-sia, melakukkan hal bodoh yang acap kali ku lakukkan pada 11 bulan yang menjadikan diriku bengal. Tak akan kubiarkan waktu dalam 1 bulan yang penuh berkah ini kujadikan untuk melakukkan maksiat.

Ahh, sepertinya keinginanku diatas selalu kuucapkan setiap awal Ramadhan disetiap tahunnya, tak ada yang berbeda. Bahkan mungkin resolusiku lebih realistis daripada tahun sebelumnya, tapi apa yang terjadi secara real? Oww, aku masih saja menyia-nyiakan waktu, banyak sekali kugunakan untuk tidur, setelah itu menonton tv berjam-jam termangu menatap sesuatu yang kuanggap sampah menari dan meliuk-liukan tubuh seksinya. Ahh ngga ada yang berbeda mereka dibulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya cuma berubah dalam hal berpakaian yang sedikit tertutup tapi tetap saja menampilkan keganasannya. Dalam hal apa? Aku yakin anda cukup hebat menilai maksudku, tak perlu kujelaskan panjang lebar, karena jawabannya sudah jelas terlihat dan anda pasti punya mata dan hati yang masih peka bukan?

Lantas bagaimana kabar keinginanku yang aku buat pada awal Ramadhan itu? Sepertinya aku masih seperti yang dulu, selalu menganggap remeh janji yang sudah aku ukir sendiri dalam-dalam dalam relung hati. Kasihan menjadi diriku ini, menghargai diri ku pribadi saja masih belum sanggup, menghormati diri sendiri saja aku masih angkuh. Kasihan dan benar-benar kasihan.

Dan yang jelas tulisanku malam ini benar-benar kacau, apa yang kutulis jauh dari awal niat yang ingin aku buat. Jangan tanya bagaimana struktur bahasanya. Kacau balau, seperti keadaanku malam ini yang masih meringkuk lemah tak berdaya hanya karena batuk yang makin hari makin menggila. dan sepertinya anda mulai bosan membaca keluh kesah yang tak jelas ini dan memang aku tak meminta anda  membaca ini sampai habis atau membaca barang satu paragraf saja.

Tak tau mengapa tangan ini tak berhenti untuk menyelesaikan ini tulisan, padahal otak dan pikiran ini sudah sangat aneh membuat kalimat demi kalimat yang tak jelas juntrungannya untup apa?

Malam ini aku lagi aneh dan dibulan yang penuh berkah ini semoga keanehan yang menghinggapi hidupku ini menghilang bagaikan embun yang disapu mentari. Hilang tanpa jejak, merayap bagaikan cacing kepanasan. Dan tak akan pernah kembali lagi bagaikan dinosaurus yang telah lama punah meninggalkan sejarah

#tulisanyangtakperludibaca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s