Sederhana Itu Indah

Sekian lama gue berfikir untuk apa sih kita mengumpulkan banyak uang, membanting tulang mencari rupiah, saling sikut buat mendapatkan jabatan. Sebagian orang menjawab untuk kepuasan batin kita, sebagian lagi agar banyak pujian yang menghampiri kita. tapi sumpah gue bingung, jika uang adalah kunci dari kebahagiaan kenapa banyak orang kaya malah banyak masuk rumah sakit jiwa. Jika ketenaran adalah sumber kebahagiaan kenapa banyak artis dunia yang malah membunuh dirinya sendiri. Kalo kita hanya mengharapkan kesenangan bukankah kita bisa mendapatkannya dengan menjadikan hati kita terus berada dalam kesederhanaan, mensugestikannya dengan penuh konsentrasi bahwa kita selalu bahagia.

Gue pernah melihat seorang keluarga yang sederhana dan soleh. Dia sedang bercengkrama dengan anaknya dipelataran rumah, tak ada raut kesedihan diwajah mereka yang ada hanya sebuah kebahagiaan yang tersirat dalam senyuman yang menawan. Hati gue aja adem ngeliatnya. Padahal rumah yang mereka tinggali hanyalah sebuah rumah yang bagi gue sangat sederhana. Gue heran jika kekayaan sebagai kunci kebahagiaan kenapa mereka bisa tersenyum lebar ditengah himpitan ekonomi yang makin hari makin menjerit.

            Ternyata penilaian gue tentang kebahagiaan itu salah, kunci dari kebahagiaan itu adalah dengan senantiasa bersyukur dikeadaan apapaun yang kita lalui. Hal ini membuat gue sadar betapapun kerasnya hari-hari yang gue jalani akan selalu terdapat salju yang menyejukkan. Kuncinya asal kita mau mensugestikan diri kita bahwa kita sedang menggenggam dinginnya butiran salju dihari yang panas. Setidaknya dengan syukur kita akan selalu lebih dari orang lain.

Iklan

One thought on “Sederhana Itu Indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s