Tangki Busuk

Sederhananya  aku tipe orang yang simple, tak suka dengan hal yang berbelit-belit atau yang kompleks. Yang lebih suka dengan hal yang sederhana tanpa menuntut siapapun untuk menjadi sempurna.

Kepada semua orangpun aku tak memilih untuk menjadi dekat atau malah semakin erat. Untuk kesan pertama ketika berjumpa orang lain, aku akan bersikap ramah dan welcome kepada siapa saja tanpa memperdulikan fisik atau harta mereka. Jika kita nyambung dan cocok dalam perbincangan yang menghipnotis waktu, atau kita bisa saling terbuka, bersikap lepas tanpa ada kejanggungan diantara kita. Selamat aku akan mengingat dan selalu bersikap welcome dengan anda.

Jika kita masih berada dalam suatu tembok yang memisahkan, aku akan terus menerima kapan dinding itu akan runtuh, tapi aku tak akan mencoba menghancurkan dinding yang menghalangi kita. Karena dinding itu anda yang membuat, maka tak sepantasnya aku memaksa untuk menghancurkannya. Aku tak akan memasuki zona penghalang yang engkau buat sampai kapanpun itu.

Berteman atau berada didekatku, aku akan berusaha membuat nyaman diri anda. Seakan kita memiliki satu jiwa. Senyum dan tawa kan coba kuhadirkan gratis untuk anda, sebagai tanda terima kasih telah mengalirkan energy dalam hari-hariku.  Bila sudah sampai tahap ini, ketika anda memaki dan menggunjingkanku, aku akan tetap tersenyum dengan anda. Tak usah kawatir hal yang anda lakukkan hanya saya anggap angin yang meyejukkanku, sebuah guyonan untuk menghabiskan waktu dihari-hari yang menjemukan.

Akan tetapi ada sebuah area dalam hidupku yang tak dapat anda usik atau anda dengan lancang coba injak-injak. Bila ini terjadi sisi sensiifku akan muncul, senyumanku akan menjadi api amarah yang tiba-tiba meledak. Ya aku adalah tipe orang yang mudah memanas ketika engkau telah berani masuk dalam area yang bersinggungan dengan hal sensitif dalam hidupku. Tapi tak secepat itu aku meledak.

Aku akan tiba-tiba diam ketika engkau mulai mencoba memercikkan api, jika engkau sadar akan hal itu, maka selamat percikan api itu tak akan membesar bahkan mati digantikan kesejukkan. Akan tetap jika keesokkan harinya engkau melakukannya lagi dan lagi, maka aku akan pergi menjauh dari anda, mencoba melupakan betapa muaknya aku dengan anda beserta sikap-sikap yang mengikutinya. Tapi tak usah khawatir aku tak membenci anda tetapi hanya ingin menenangkan diri agar api kecil yang telah tercipta takkan membesar.

Bila hal ini tetap terus terjadi, maka segala sesuatu yang selama ini yang engkau buat akan meledak dengan dahsyatnya tak memperdulikan apa anda telah mempersiapkan sesuatu untuk menghadapinya. Akan ku lampiaskan segalanya tanpa sisa hingga tangki amarah ini kosong kembali, ya sebuah kelemahanku, aku tak tau seberapa besar dan kuat tangki itu untuk menyimpan amarah. Setelah itu tak butuh beberapa lama, aku akan kembali seperti semula, seperti awal kita berkenalan dan bercerita. Bahkan aku akan merasa sangat bersalah atas bom waktu yang telah ku ledakkan kepada anda. Jika anda tak balik marah kita akan kembali tertawa dan aku akan melupakan semua, senyuman dan tawaku akan menghiasi wajahku ketika berhadapan langsung dengan anda.

Tak butuh waktu lama, apalagi jika engkau dengan berani meminta maaf…

Iklan

3 thoughts on “Tangki Busuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s