Wanita Pembaca

Tulisan ini spesial gue persembahkan kepada para wanita yang senang membaca. Entah kenapa gue hanya ingin sedikit melampiaskan kekaguman gue terhadap anda yang banyak menghabiskan waktu hanya untuk membaca rangkaian kata dalam beratus-ratus halaman yang banyak orang anggap sebagai hal yang membosankan.

Gue kagun kepada wanita pembaca yang menghabiskan waktu luangnya untuk membaca buku didalam kamar sambil rebahan sampai matanya berwana kemerahan seakan ia telah terhipnotis kedalam dunia lain yang mempesona. Wanita yang ketika ke café memesan capuccino panas melupakan hal itu hingga menjadi dingin karena begitu asiknya membaca.

Wanita yang pergi kemall bukan untuk mencari update fashion terbaru tetapi dengan tujuan menuju toko buku untuk melihat buku apa yang baru keluar.  Wanita yang menyisihkan uang diawal bulannya untuk membeli sebuah buku dan melahapnya tak lebih dari 2 jam. Wanita yang setiap akhir pekannya pergi keperpustakaan membaca segala jenis buku, duduk dipojokan yang sepi dan dengan penuh konsentrasi membaca kalimat demi kalimat sambil mengeluarkan senyuman karena telah menadatkan sebuah pencerahan dan baru pulang ketika perut minta untuk diisi.

Gue kagum dengan wanita yang cuek ketika diajak berkenalan karena begitu asiknya ia dalam membaca, sifat cuek itulah yang sangat sensual menurut gue. Wanita ini ketika perjalanan jauh dapat dikenali ketika ia mengeluarkan sesuatu dalam tasnya, bukan berupa  headset + ipodnya untuk mendengarkan lagu tetapi mengambil sebuah buku yang tebal dan larut dalam imajinasinya dan baru tersadar ketika akan sampai tujuan. Wanita yang ketika berada didepan laptop tidak hanya membuka beraneka macam jejaring sosial tetapi terpaku membaca sebuah artikel blog yang menginspirasi. Wanita yang mudah dikenali karena didalam kamarnya tidak dipenuhi segunung boneka tetapi berjejer rapi buku-buku yang telah dilahapnya.

Diluar kekaguman gue kepada para wanita pembaca yang bagi gue mempesona, gue lebih kagum lagi kepada wanita yang menulis, karena setelah ia menghabiskan waktunya untuk membaca ia merangkumnya kedalam tulisan yang mudah ia pahami. Tak penting ia hanya sekedar menulis catatan hariannya atau keluh kesahnya dengan penuh lampiasan curahan hati. Setidaknya ia telah menuliskan sejarah hidupnya pada dunia, telah menunjukkan kepada orang bahwa hari-harinya yang sederhana diubah menabjubkan ketika dibubuhi kalimat indah dalam pikirannya.

Karena penulis pasti seorang pembaca, tetapi pembaca belum tentu menjadi seorang penulis.

Iklan

3 thoughts on “Wanita Pembaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s