Tempat nyamanku

Aku ingin seperti dulu, bermain riang disungai kecil yang jernih. Sambil menghirup udara dalam-dalam karena sejuknya embun pagi itu.

Aku ingin saat-saat dulu, bersepeda sore membelah semak dengan satu tujuan menaiki puncak bukit yang masih hijau.

Aku hanya ingin sebuah tempat yang tenang ditemani semilir angin dibawah rindangnya akasia sampai tertidur lelap ditemani alunan merdu serangga pohon.

Dan aku ingat disaat dulu memancing ikan disebuah danau yang indah ditemani kicauan raja udang yang membelah kesunyian.

Tapi kini pohonku menghilang, sungaiku tercemar, burung-burung hilang tanpa jejak, serangga pohonku? Hmm, tak terdengar dikalahkan suara mesin-mesin canggih,Ā  paru-paruku sesak dengan gas tak berguna, dan ketenangan, ahh lupakan saja ketenangan karena hari-hariku ditemani dengan suara bising yang memuakkan.

Kembalikan sungai masa kecilku, kembalikan pohon-pohon rindangku

Ohh ternyata aku lupa, sejak zaman semakin maju tak ada tempat yang nyaman bagi diriku lagi.

Sampai sekarang ia masih mengambil tempat nyamanku, dan aku hanya terpaku diluar pagar.

Iklan

7 thoughts on “Tempat nyamanku

  1. Saat pulang ke kampung halaman, kucari sungai kecil di belakang rumahku yang biasa kugunakan untuk buang air besar… Tapi… sekarang ada di mana sungai itu? Tak ada lagi… :mrgreen:
    Lalu, di mana aku harus membuang hajatku?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s