Aku muak

Aku muak melihat barisan gedung menjulang, saling meninggikan gedung seolah ia mampu memanjat dan meraih langit-langit malam

Aku muak pada jejeran mobil mewah terparkir dihalaman gedung dewan, mereka adalah perwakilan kita. Mereka mencerminkan keadaan rakyatnya bukan mengkamuflasekan keadaan kita dengan kemewahan yang jauh dari benak kita

Aku muak dengan dasi dan jas mahal yang disandang mereka, seakan tak sadar saudara kami di Papua masih menggunakan koteka, mempertahankan hal itu dengan alasan sebagai kemurnian budaya.

Aku muak dengan pengalihan cerita berita-berita di Indonesia, ahh ini jadinya jika stasiun tv dimiliki para pejabat negara.

Aku muak ketika tontonan yang disajikan untukku hanya sebuah sandiwara dengan pemain yang menggunakan make up luar dalam.

Aku muak dengan gaya hidup masyarakat sekarang, membanggakan kemewahan dan memandang sebelah mata arti sebuah kesederhanaan.

Ijinkan aku bertemu dengan orang yang bisa memahami arti hidupnya dengan hidup apa adanya dengan wajah penuh ketenangan disetiap harinya. Anggap saja sebagai pengobat rasa muakku yang selama ini terus bertambah.

Iklan

4 thoughts on “Aku muak

  1. aku juga muak pada kelakuan negeri ini, yang kini tidak aman lagi, karena dikelola oleh pejabat (ya iyalah)na dikelola oleh pejabat (ya iyalah)

    tapi, tentang arti hidup, bisakah itu dimengerti oleh orang yang masih hidup? Hmm…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s