Tak Ada Cinta

Sudah lama gue ngga nulis, semenjak laptop gue hilang diembat maling. entah kenapa setelah itu gue ngga ada mood lagi buat nulis. dan ini tulisan gue ketika gue disuruh buat esay tentang lokalisasi sebagai syarat untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut di Surabaya.

Jujur gue masih bingung ni esay bener apa ngga, syarat esay aja gue kaga tau, yang penting gue nulis dan gue kumpul seadanya. mulai saat ini gue mencoba untuk menulis satu artikel dalam satu hari. semoga bisa terwujud ya sobat blogger.

Tak ada cinta dihatiku

Lokalisasi mungkin ibarat dua sisi mata uang, disatu sisi menjadi sumber lapangan kerja bagi para pekerja seks komersial, disisi lain menjadi sumber masalah baik bagi pemerintah maupun warga yang kontra terhadap lokalisasi itu sendiri. Salah satu yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah adalah masalah penyakit seks menular yang menghantui bagi pekerja seks komersial itu sendiri.

Dikalangan pekerja seks komersial Pembatuan, Banjarbaru, saya berhasil mewawancarai salah satunya yang bernama Risda. Wanita berusia 23 tahun ini banyak sekali menceritakan seluk beluk dan sisi kelam dari pekerjaan yang telah ia lakoni selama satu tahun empat bulan ini. Ia mengaku pada awal kedatangannya dari Palangakaraya, ia langsung berkecimpung mencar nafkah di dunia kelam ini.

Wanita cantik berkulit putih ini membuat pengakuan yang cukup mengherankan. Yaitu selama melakoni pekerjaannya ini, ia tak sedikitpun meluangkan rasa cinta keapda tamu-tamunya selama ini.

“Kalo boleh jujur aku tidak begitu menikmati pekerjaanku saat ini, aku hanya diam dan tak terlalu menikmati atas apa yang dilakukkkan tamu-tamuku. Mereka datang menyalurkan apa yang mereka inginkan dan akhirnya memberikan sejumlah uang. Bagiku itu sudah cukup dan aku tak mau lebih dari itu.” Ucap Risda panjang lebar.

Ironis memang seorang pekerja seks komersial tidak dapat menikmati pekerjaannya. Sehingga tak ayal ia hanya melayani tamunya paling lama hanya berkisar 10 menit. Ia mengaku jika meluangkan cinta atau sedikit kekaguman kepada para tamunya hal ini hanya akan dimanfaatkan tamu untuk merasakan tubuhnya secara gratis atau hanya menikmatinya berulang-ulang kali tanpa ada keseriusan untuk melangkah kejenjag yang lebih serius, ucap Risda yang mengaku keperawanannya hilang pada masa smp ketika bersama dengan pacarnya itu.

Akan tetapi ia mengaku pernah menikah dengan pria yang tinggal disekitar lokalisasi Pembatuan ini, tetapi ini tidak berlangsung lama karena ia becerai dengan menghasilkan seorang anak yang berusia 3 tahun. Tambahnya yang sangat mengecewakan bahwa sang ayah tak memperdulikan lagi dengan anaknya apalagi dengan dia. Inilah yang menambah sakit hatinya untuk tidak memberikan rasa cintana dengan sembarangan kepada orang lain.

Meski begitu ia berkeinginan untuk hidup lurus memiliki suami yang setia yang mencintai dirinya dan anaknya dengan tulus. Yang bisa membawanya kejalan tuhan untuk kembali merajut benang-benang kehidupannya yang kini masih kusut.

Iklan

7 thoughts on “Tak Ada Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s