The Power of Kepepet

Salah satu akibat dari penyakit malas gue berdampak secara sistemik baik moril dan materil terhadap kehidupan perkuliahan gue. Sebagai seorang mahasiswa teladan yang tidak patut untuk  dicontoh gue memiliki kebiasaan buruk. Kebiasaan yang selalu gue lakukkan ketika deadline tugas telah menjelang. Ya. Gue mempunyai kebiasaan terus menunda-nunda mengerjakan tugas. “Biasalah mahasiswa”, bela gue waktu itu.

Pemikiran waktu itu tugas gue cuma sedikit, ngedipin mata sebentar juga bakal selesai, ternyata gue salah besar. Ternyata tugas gue adalah tugas besar yang ngga bisa selesai dalam waktu cuma satu malam. “Damn”, kebodohan gue pun bertambah karena gue baru dari perjalanan yang jauh yang membuat badan gue capek. Berulang kali gue memutar otak memeras keringat dan bersimbah darah untuk menemukan jalan keluar. Akhirnya gue dapat ide dari setan yang berbisik ditelinga kiri, menggoda dalam hati, menggerayangi dalam tubuh gue.

“Loe liat aja tugas temen loe”, begitu merdunya suara setan waktu itu. Dan suara ini terus gue ikuti sampai sekarang. Hehe. –semoga hal ini akan berakhir-. Akhirnya gue hubungi temen gue dan mengutarakan hasrat dan keinginan dengan sangat memelas. Entah temen gue ngga tega atau suara gue waktu itu sudah kaya mutan hermafrodit yang menakutkan, gue ngga perduli. yang jelas setelah temen gue mengijinkan dengan setengah hati memperlihatkan tugasnya, gue langsung menggeber motor gue kerumah dia, ngga perduli dinginnya malam mulai menghinggapi kota gue yang baru diguyur hujan.

Dengan sedikit perubahan, dan taktik jitu mengelabuhi dosen bak seekor bunglon prematur akhirnya tugas gue selesai dengan mudahnya dan dengan “jahatnya”. Gue bisa bernafas lega dan hidup berbahagia selamanya.

Apakah ceritanya selesai, ohh tidak. karena gue ngga mau cuma sekedar menceritakan aib gue didepan khalayak umum, bahkan berpotensi dibaca dosen gue. Yang gue tekankan disini bagaimana kekuatan kepepet memiliki energi yang luar biasa dalam alam semesta ini.

Kita ambil contoh, ketika maling kepepet digebukin masa, dia dengan hebatnya mampu memanjat dinding setinggi 3 meter dengan mudah. Eh setelah dicoba keesokan harinya sampai memakai gaya katak nungging ngga bisa-bisa juga. Apakah ada pengaruh magic ketika maling itu kepepet?

Atau kita coba melihat beberapa biografi pengusaha terkenal di Indonesia, ada dari mereka yang telah di PHK dari kerjaannya, pada awalnya dia bingung harus bagaimana menafkahi keluarganya, mau bunuh diri? Beli baygon aja ngga mampu. Akhirnya dengan kekuatan kepepetnya dia mampu membuka usaha kecil-kecilan dan dia merintis karir menjadi seorang penguasaha tekenal.

Kita lihat Purdi E Chandra ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dari pola perkuliahan yang membosankan. Ia yakin gagal meraih sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Maka dengan modal nekatnya ia membuka program bimbingan belajar yang sekarang ini menjamur diberbagai kota.

Kita lihat juga sosok pengusaha nyentrik, Bob Sadino pada awalnya ia hanya seorang peternak ayam. Akan tetapi ia mampu mengambil hikmah dari seekor ayam waktu itu. “Ayam saja mampu bertahan hidup”, memang benar pendapat dia. Ayam saja mampu bertahan hidup walaupun dengan otak yang hanya sebesar kacang polong, sedangkan manusia yang memiliki akal hanya diam merenungi nasib. “Kasihan” pikir gue. Kekuatan kepepet Bob Sadinolah yang menjadikan dia sekarang sebagai raja pasar swalayan lewat Kem Chicksnya.

Dan diakhir gue mencoba menekankan bahwa kita memiliki kekuatan besar ketika kita berada dalam tekanan, kita memiliki energi mahadahsyat ketika kita ingin mencoba keluar dari berbagai masalah. Tak perduli dengan jalur yang benar atau salah kita menyelesaikan masalah itu, yang jelas kekuatan itu akan hadir jika kita memiliki keyakinan bahwa kita mampu keluar dari masalah ini.

Dan sudah saatnya kita merencanakan hidup dengan jelas dan jadikan setiap kondisi untuk kepepet dengan begitu kita akan berusaha unruk segera menyelesaikan masalah.

“Dan gue baru menyadari, kalo gue lebih suka menyelesaikna masalah ketika berada dalam tekanan” aneh memang. Dan semoga tugas-tugas gue nantinya bisa gue kerjakan lewat “kerja keras” gue sendiri. Aamin..

 

Iklan

22 thoughts on “The Power of Kepepet

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ferry…

    Saya ketawa membaca tulisan Ferry ini. Bukan sahaja tekanan bisa membuat kita jadi hebat, malah punya idea kreatif yang luar biasa dalam merencana sehingga masalah dapat diselesaikan.

    Iya, saya akui, tekanan mampu merubah pemikiran manusia. Jika dia bisa melihat sesuatu yang positif hasil dari sikap negatif yang dilakukan. Namun sebagai mahasiswa, sebaiknya jangan selalu begitu dong. Belajar harus dengan jujur. kepuasan pada hasil sendiri lebih memberi makna kepada kejujuran kita sendiri.

    Iya udah jangan dibuat lagi aktiviti buruk sedemikian. Harus punya impian sendiri. Jangan jadi makhluk lemah tetapi jadilah makhluk hebat kerana Allah membekalkan kita dengan akal dan ilmu sebelum dilahirkan di muka bumi ini.

    Selamat berjaya dalam kuliahnya.
    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak. 😀

  2. haha…jadi inget masa lalu… 😀
    semaksimal mungkin kita selelsaikan sebaik mungkin dan secepatnya…jangan tunda lagi amal kita…

    semangat! do the best… 😉

  3. istilah ini pernah kuapakai saat ngisi seminar kewirausahaan di FE UNS…
    bener banget tuh….
    semakin ditekan semakin kreatif… 😀
    seperti nm saya fikreatif.. *halah

  4. kita memiliki kekuatan besar ketika kita berada dalam tekanan

    Nah! Biasanya kita lebih hebat dari yang kita bayangkan!

  5. hehehe post yg bagus… prinsip yg bagus juga… untuk orang semuda penulis post saya salut… moga-moga generasi muda sekarang sampai seterusnya berprinsip seperti ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s