Kritik itu tanda cinta

Kalo boleh jujur, gue adalah tipe orang yang ngga suka dikritik. Terserah gue mau dibilang diktator atau egois, yang jelas ketika seseorang mengkritik apa yang gue lakukkan, gue akan berusaha sekuat tenaga untuk membela pendapat gue tanpa memperdulikan kebenaran kritikan dari orang lain.

Penilaian gue waktu itu, kritik hanyalah sebuah celaan atau hinaan yang ditujukan kepada gue. Kritik hanyalah bentuk campur tangan orang lain terhadap hidup yang gue jalani. Kritik hanyalah faktor penghambat tumbuhnya kepercayaan diri gue.

Hal ini terus gue pertahankan sampai gue sadar ketika seorang sahabat memberikan sebuah kritikan yang cukup pedas. Reaksi gue waktu itu sakit hati dan marah dengan dia. Tapi tak berapa lama dia berkata.

“Hal ini mungkin membuatmu sakit hati, tapi tahukah engkau inilah wujud cinta gue. Bukankah seorang sahabat tidak ingin melihat sahabatnya tersesat pada sebuah tempat. Engkau membutuhkan peta, engkau memerlukan gambaran tempat yang akan kau kunjungi. Begitulah kritik ini, ini akan membutmu lebih baik. Bagaikan sebuah peta yang akan menuntunmu ketempat tujuan”

Teringat kembali sebuah ceramah dari ustadz yang ternama, bahwa berbicara penyakit dunia kita akan lebih mengetahuinya dibandingkan orang lain. Sebagai contoh bila kita sakit perut, kita lebih merasakannya sedangkan orang lain tak akan tahu. Sedangkan penyakit bathin orang lain lebih mengetahui dibandingkan kita. Jika kita sombong, pelit, pemarah dan lain sebagainya orang lain akan dengan mudah mengetahuinya, sedangkan kita merasa biasa-biasa saja akan hal ini. Sehingga wajarlah kita membutuhan intropeksi dari orang lain, kita membutuhkan kritik.

Sekarang Kritik bagi gue adalah sebuah tanda cinta, sebuah limpahan kasih sayang. Bukankah orang yang kita cintai tidak pernah mau kita berada dalam kubangan kesalahan. Karena tidak ada yang sempurna didunia ini maka kita membutuhkan kritik untuk menyadari, untuk memperbaiki kekurangan kita. Anggaplah kritikan itu sebuah cermin kehidupan, mungkin rambut kita berantakan, tak usah sakit hati ketika mengetahui rambut kita berantakan. Tugas kita hanyalah mengambil sisir lalu merapikan rambut kita, dan kita akan menjadi pribadi yang menawan.

Gue mulai mencintai kritik, gue mencoba untuk menghiraukan pujian. Pujian bagi gue hanya sebuah kata-kata yang tak bermakna tapi melenakkan kita. Pujian seperti kata-kata manis yang penuh fatamorgana, kita akan melayang dibuatnya dan tak berapa lama kita akan jatuh dengan rasa sakit. Berterima kasihlah jika kita mendapat pujian, tapi berbahagialah kita jika kita menerima kritik.

Nilailah sebuah kritikan bukan dari bagaimana mereka menyampaikan, melainkan isi dari kritik yang mereka berikan. Apakah membangun atau hanya sebuah celaan. Jika isinya bermanfaat bagi kita terimalah dengan senyuman walaupun mereka menyampaikannya dengan amarah dan merendahkan kita.

Sudah saatnya kita dewasa dalam menerima kritikan, buka mata, buka telinga, buka hati, karena kritik adalah sebuah tanda cinta. Karena kelemahan yang disadari akan menjadi sebuah kekuatan.

 

Iklan

9 thoughts on “Kritik itu tanda cinta

  1. saya juga ga suka dikritik, bagaimanapun dikritik itu sakitttt..
    tapi selama kritikan itu merupakan kritik yang membangun insyaAllah bisa saya terima dengan lapang dada 😳

  2. ummm… mungkin dulu pernah ada trauma dikritik dimuka umum sampe gak terima dikritik… *pernah ngalamin*

    tapi tergantung jg sih, kalo berbobot dan positif kritikannya walau salah ya saya terima… 🙂

    positif thinking aja sih… emang orang dengan sifat mencela lebih banyak dibandingkan yang memuji… tapi jadikan semua kritikan sebagai cambukan hidup… kalo gak pernah dikritik, jalan lurus2aja… saya jamin saya gak bakal jadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s