Bergerak berkali-kali

Liburan kali ini gue emang ngga ada kerjaan sama sekali. Bangun tidur nonton tv kaga mandi, badan bau terasi, segitu-gitu aja tiap hari. Lama-lama gue pun bosan sendiri, tapi mau gimana lagi, beginilah nasib mahasiswa yang suka menyendiri. Kaga punya banyak teman apalagi relasi.

Tiba-tiba terlintas dipikiran gue, kata-kata yang pernah diucapkan sahabat gue waktu SMA. Isinya “bergerak berkali-kali karena hidup hanya sekali” sebuah ucapan simple menurut gue waktu itu, tapi setelah gue sadari ucupan itu memiliki sarat arti.

Iya, dengan bergerak kita mampu menantang hidup yang keras ini, dengan bergerak kita mampu merampok segala pengalaman yang ada, dengan bergerak gue mengetahui segala yang ada disini, dan dengan bergerak gue menunjukkan eksistensi diri.

Coba kita bayangkan jika ada seseorang yang tercebur dilaut lalu dia hanya diam, pasti dia akan tenggelam. Jika ada orang yang nyebrang jalan tapi dia tidak bergerak, pasti dia akan ditabrak. Seandainya pesawat hanya diam, pasti pesawat itu akan jatuh.

Begitu pula dengan manusia, kita telah diciptakan dengan segala potensi yang ada. Jika kita hanya diam, maka kita akan menjadi seonggok mayat hidup yang tak berharga. Ya kita seperti benalu, hidup, tapi menyusahkan.

Ijinkan gue memberi sedikit analogi. Jika ada seorang yang baik hati memberi anda uang 86400 dolar setiap harinya tapi dengan syarat uang itu tidak dapat ditabung, dipinjamkan, didepositokan, disimpan dibawah bantal, dan uang itu akan hangus jika tidak digunakan hingga hari berikutnya. Pertanyaan gue, loe akan apakan uang sebanyak itu?

Mayoritas akan menjawab, “Akan dihabiskan uang itu untuk belanja. kan sayang tuh ngga digunakan juga akan hangus sendiri”

Begitulah dengan waktu sobat, kita telah diberi oleh Allah  86400 detik dalam 1 hari untuk hidup. detik-detik berharga itu tak akan bisa kembali lagi. Maka gue akan sangat menyesal ketika detik-detik itu gue gunakan hanya untuk diam dan berkubang dengan kemalasan.

Diibiratkan seperti pisau, jika kita diam kita akan semakin berkarat. Potensi yang kita miliki akan semakin berkarat dan lama-lama akan terkubur dijurang yang dalam. Sayang sekali bukan, ternayata dengan diam kita perlahan-lahan membunuh diri kita sendiri. Wihh takut.

Saatnya gue bergerak, waktu takkan pernah diputar kembali, hidup ngga akan bisa direstart lagi, dan hari-hari indah tak akan bisa diulang lagi. Ayo bergerak..!!!

“bergerak berkali-kali, karena hidup hanya sekali”

Iklan

29 thoughts on “Bergerak berkali-kali

  1. Salam Takzim
    Gerakan jemariku sudah cukup belum dikatakan bergerak, tapi kepala saya jadi pegel kenapa yahhh
    Salam kenal sahabat, senangnya bisa hadir dan melakukan gerakan
    Salam Takzim Batavusqu

  2. salam kenal …
    kunjungan pertama…
    setelah membaca tulisan saudara, perkenankan saya berkomentar sedikit.. dalam kehidupan, jangan terlena dalam ZONA NYAMAN. alias rutinitas yang begitu2 saja. kita harus melangkah, memang sebuah PERUBAHAN itu TIDAK NYAMAN. tapi cobalah anda praktekkan, dengan ketidaknyamanan proses perubahan itu anda akan memetik hasil yang tak terduga.
    untuk menyambung silaturahim, boleh tukar link ya,,,
    link saudara sudah terpasanag

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s