Dunia itu tak berharga

Sudah lama sepertinya jemari gue tidak meliuk-liuk indah dikeyboard buat nulis. Bukan karena gue sibuk, bukan pula karena ngga ada yang pengen ditulis. Tapi karena gue masih belum bisa menghargai waktu. Gue masih seperti anak kecil yang ingin terus bermain tanpa memperdulikan senja sudah menjelang, gue masih seperti anak kecil yang terus bersenang-senang tanpa tau kewajiban telah datang.

Dan semoga di hari ini, malam ini dan detik ini., gue bisa berubah untuk menjadi seseorang yang mampu menghargai waktu, menerima sebuah kenyataan pahit bahwa waktu hidup kita semakin hari semakin berkurang.Untuk sedikit mengacuhkan dunia agar mampu menghadap akhirat dengan tersenyum.

Sudah lama gue menyadari bahwa kehidupan didunia ini tak berharga, tapi selalu saja gue terperdaya oleh fatamaorgananya yang indah dan mengasyikkan. Tapi setidaknya ijinkan malam ini gue berbagi, bukan maksud untuk menggurui, tapi ingin saling menasihati. Karena suatu saat gue juga butuh nasihat dari kalian semua. Karena suatu saat gue pasti terjatuh, ketika gue berlari terlalu kencang mengejar dunia.

SUATU hari tampak Khalifah Harun AI-Rasyid salah seorang Khalifah dari Dinasti Bani Abbasiyah yang terkenal dengan kebaikan dan kesolehannanya, Suatu hari beliau duduk dengan gelisah dan tidak tahu apa sebabnya, tampak duduknya tidak tenang, sekali-kali berdiri dan kemudian duduk kembali begitu seterusnya. Khalifah Harun Al- Rasyid memerintahkan salah seorang pengawalnya untuk mengundang seorang ulama ‘yang sholeh dan tawaddu’ pada masa itu, seorang ulama’ yang tidak pernah mau dekat dan menerima jabatan apapun dari Khalifah dan hal itu membuat Khalifah Harun AI-Rasyid sangat menghormatinya, yaitu Abu As Sammak.

Ketika Abu As Sammak datang kehadapannya, Khalifah langsung berkata “nasehatilah aku, wahai Abu As Sammak, ulama’ yang baik dan berpendirian teguh,” demikian mulia permohonan dari Khalifah yang mempunyai kekuasaan tiada banding kala itu kepada seorang ulama yang sangat bersahaja datang kehadapannya dengan berjalan kaki.

Pada saat itu datang seorang pelayan dengan membawa segelas air untuk Khalitah Harun AI-Rasyid, dan ketika dia bersiap untuk meminumnya, Abu As-Sammak berkata : “Tunggu sebentar wahai Amirul Mukminin. Demi Allah, aku mengharap agar pertanyaanku dijawab dengan kejujuranmu. Seandainya anda berada dalam kehausan yang tak tertahan lagi, tapi segelas air ini tak dapat anda minum, berapa harga yang bersedia anda bayar demi melepaskan dahaga?”.

“Setengah dari yang kumiliki,” ujar sang Khalifah dan langsung meminum segelas air tersebut. Beberapa saat kemudian setelah sang Khalifah meminum segelas air tersebut, Abu As- Sammak bertanya kembali, “Seandainya apa yang telah anda minum tadi tak dapat keluar kembali, berapakah anda bersedia membayar untuk mengeluarkannya?”.

“Setengah dari yang kumiliki,” jawab Khalifah Harun AI- Rasyid tegas. “Ketahuilah bahwa seluruh kekayaan dan kekuasaan di dunia yang nilainya hanya seharga segelas air tidak wajar diperebutkan atau dipertahankan tanpa hak dan kebenaran,” kata Abu As Sammak kepada Khalifah Harun AI-Rasyid.

Khalifah Harun AI-Rasyid yang kekuasaannya meliputi negara yang amat luas dan Bani Abbasiyah dalam puncak kejayaan membenarkan ucapan Abu As Sammak, demikian agung dan jujur Khalifah Harun Al- Rasyid begitu juga dengan Abu As Sammak yang berani dan tegas terhadap penguasa.

Begitulah hidup, kita berusaha mengejarnya mati-matian, meraihnya tanpa memperdulikan waktu, mengenggamnya tanpa tau dia hanya udara yang hampa. Seisi dunia tak lebih berharga dari segelas air, begitulah seharusnya kita memandang dunia.

Sekian untuk berbagi, semoga kita selalu bisa saling menasihati. Karena suatu saat kita akan terjatuh.

Iklan

6 thoughts on “Dunia itu tak berharga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s