Indonesia, the best komentator

Malam minggu kemarin, timnas Indonesia berhasil memberikan suguhan yang menarik bagi pencinta sepak bolanya, dengan membantai Laos hingga 6-0. Sebenarnya tahun-tahun belakangan ini gue sempat kecewa dengan performance timnas Indonesia yang tidak mengalami peningkatan, bahkan selalu menjadi sasaran empuk buat latihan selebrasi tim-tim lawan.

Terbukti ketika Indonesia takluk dengan tim Uruguay hingga 7-1, teman gue sempat membela diri kalo skor tersebut hanya skenerio yang dibuat Timnas Indonesia yang menandakan tanggal kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 17 (Skenario gigi loe soak, Hanung Bramantyo kaga bisa main bola nek). Lalu ada yang bilang dengan muka tanpa dosanya, kalo 1 itu menandakan rangking dunia. jadi Indonesia sekarang berada rangking 1 dunia, dan Uruguay peringkat 7 dunia.

Terlepas dari itu semua Indonesia sekarang mulai bangkit, seiring dengan kebijakannya merekrut beberapa pemain naturalisasi seperti Irfan Bachdim yang mukanya mirip kakek gue (bayangkan kakek gue aja sudah mirip irfan apalagi gue? Beghh..) dan Cristian Ronaldo. Eh sory gue salah tulis, maksud gue Cristian Gonzalez, kalo Cristian Ronaldo mah cuma sebentar keBali main bola api, setelah itu jadi hebat seperti ini dah (memang hebat pengaruh sihir Leak Bali).

Setelah membuat Malaysia ngga berani pulang kerumah karena dia kalah 5-1, kemarin Indonesia berhasil membuat pemain Laos sibuk mencari tisu karena harus menelan, menerima, mendekam, menimpa kekalahan telak hingga 6-0. Widihh, jujur kemarin gue nonton bola dengan girangnya. Buluk kuduk gue merinding, keringat dingin keluar, dan tungkai kaki gue terasa lemas, “Loe nonton bola apa lagi ngeliat setan?” ya inilah gue yang apa adanya. *gubrakk..!

Tapi bukan itu inti dari gue membuat tulisan ini, Ketika pertandingan berlangsung gue iseng membuka facebook. Dan ternyata topik status temen-temen gue serempak mebahas topik yang sama. Gue baru sadar bahwa Indonesia selama ini merupakan negara nomor satu sebagai komentator sepak bola terbaik diseluruh dunia, dan terus mepertahankan gelarnya sampai sekarang.

Kembali kestatus facebook temen-temen gue, banyak sekali komentar yang keluar dari temen facebookers dari yang wajar hingga yang kurang ajar, dari yang normal hingga yang tidak normal seperti, Ada yang bilang mau masak makanan pake laos doang, terus pelatih Laos siap dipecat, pelatih Indonesia yang ekspresi mukanya datar, ada yang bilang muka kiper Laos yang katanya mirip Tora Sudiro, ada yang mau bikin tatto seperti Irfan Bachdim, sampe-sampe Markus disuruh makan bakso dulu karena tidak ada perlawanan dari Laos.

Lucu juga gue ngebaca status termen-temen gue, dan gue menarik kesimpulan bahwa Indonesia sebagai negara yang memiliki komentator terbanyak dan terbaik diseluruh dunia.

Pertahankan terus gelar itu sob…!! I love Indonesia

 

 

Iklan

21 thoughts on “Indonesia, the best komentator

  1. Eh eh eh, nyadar gak sih kalian, bahwa pas pertandingan lawan Thailand kemarin, di babak kedua, sang komentator sempet menyebut Malaysia sebagai “Malingsia”? 😀
    Saya dan adik saya nyadar sesaat, bahkan saya yang waktu itu lagi fokus ke layar komputer pun yakin, bahwa apa yang dikatakan si komentator adalah “malingsia”. :mrgreen:

  2. “Skenario gigi loe soak, Hanung Bramantyo kaga bisa main bola nek” << ini lucu :))

    tergantung sih. menurut saya setiap penggemar olahraga, terutama bola, pasti jago komentar 😀 karna yang paling mudah itu ya komentarin daripada mainin olahraganya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s