Indonesia negara terkaya Part II (forum diskusi)

(FORUM DISKUSI)
Alhamdulillah akhirnya aku bisa ngelanjutin sambungan artikelku sebelumnya: “Indonesia Negara terkaya didunia”. Masalahnya akhir2 ini sibuk banget sob, sibuk ngelamun ama tidur.

Kekayaan alam Indonesia, mestinya menjadi satu kebanggaan bagi bangsa yang berpenduduk 200 juta ini. Namun realitas ini seolah menjadi fatamorgana, ketika bangsa Indonesia hanya bisa “melongo” saat menyaksikan PT.Freeport sejak era Soeharto mengeruk kekayaan Indonesia di Papua.

Berbagai usaha telah dilakukan oleh sejumlah elemen bangsa (termasuk pemerintah) untuk membangkitkan Indonesia dari keterpurukannya. Namun, nampaknya usaha itu seolah menjadi angin lalu yang belum atau bahkan sulit untuk mewujudkan impian seluruh masyarakat Indonesia, khususnya ummat Muslim. Lalu mengapa hal itu bisa terjadi?

Semenjak corak perekonomian berubah arah menuju Kapitalistik, bahkan belakangan menjadi lebih liberal, sedikit demi sedikit berbagai asset negara dijual kepada asing dengan alasan memperbaiki kinerja dan penyelamatan APBN. Hal ini sangat nampak terutama saat Presiden Megawati memimpin negeri ini. Padahal, sudah jelas dalam UUD pasal 33 dijelaskan bahwa seluruh asset yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara dan digunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat. Sebagai contoh, PT Freeport yang sudah mengangkangi tambang emas terbesar di dunia ini, telah bercokol di Indonesia sudah lebih dari setengah abad. Pemasukan yang diperoleh Freeport McMoran dari PT Freeport Indonesia, dan PT. Indocopper Investama (keduanya merupakan perusahaan yang beroperasi di Pegunungan Tengah Papua) mencapai 380 juta dollar (hampir 3.8 trilyun) lebih untuk tahun 2004 saja. (www.walhi.or.id) Selama 3 tahun hingga tahun 2004, total pengasihan PT. Freeport kepada Republik Indonesia hanya kurang lebih dari 10-13 % pendapatan bersih di luar pajak atau paling banyak sebesar 46 juta dollar (460 milyar rupiah) (idem). Belum lagi penguasaan blok cepu oleh Exxon Mobile, di mana Indonesia benar-benar dipermalukan dengan prosentase keuntungan untuk negeri ini hanya sebesar 0% ! hanyaaa???

Padahal, berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Lingkaran Survey Indonesia, Masyarakat Indonesia sebagian besar tidak setuju (69.7%) munculnya perusahaan asing yang mengelola kekeyaaan alam Indonesia. Hanya 9.7% yang setuju / sangat setuju. Alasan ketidaksetujuan, sebagian besar (32.2%) karena kekayaan alam itu berada di Indoensia sudah selayaknya kekayaan alam itu dikelola oleh perusahaan asal Indonesia.( http://www.lsi.co.id. 11/08/2006)
Bila saja seluruh asset ini benar-benar dikelola oleh negara, maka Insya Allah, biaya pendidikan mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi sangat mungkin menjadi gratis, paling tidak murah. Dan kemiskinan dan pengangguran yg sekarang melekat pada bangsa kita sangat mungkin dapat teratasi.

Dalam sebuah artikel khusus harian Republika dilaporkan bahwa omset tahun 1993 dari 14 konglomerat Indonesia terbesar yang tergabung dalam grup Praselya Mulya, diantaranya Om Liem (Salim Group), Ciputra (Ciputra Group), Mochtar Riady (Lippo Group), Suhargo Gondokusumo (Dharmala Group), Eka Tjipta (Sinar Mas Group) mencapai 47,2 trilyun rupiah atau 83 % APBN Indonesia tahun itu (Purnawanjati,Siddiq. Membangun Ekonomi Alternatif Pasca Kapitalisme). Ini menandakan, bahwa lebih dari 80 % perputaran uang di Indonesia, hanya berkutat pada segelintir orang saja. Sementara sisanya, terbagi ke seluruh wilayah di Indonesia dengan penduduknya sejumlah 200 juta jiwa. Maka wajar apabila kemiskinan semakin merajalela, memperbesar jurang antara si kaya dan si miskin.

-AKAR MASALAH DAN SOLUSINYA-.
Setelah melihat fakta yg bisa sedikit aku sajikan diatas, mungkin para pembaca artikel ini bisa menarik kesimpulan bahwa apa yg menjadi akar permasalahan keterpurukan bangsa kita. Aku disini tidak akan menulis apa yg menjadi akar masalah dan bagaimana solusinya untuk mengatasi keterpurukan bangsa ini. Karena aku ingin meminta partisipasi dari para pembaca artikel ini untuk menulis pemikiran kalian untuk bangsa KITA ini, sehingga kita dapat menarik kesimpulan dari berbagai sudut pandang yg menilai keterpurukan bangsa kita.

  1. Sebelum dimulai forum diskusi ini diharapkan para pembaca bisa mematuhi aturan yg aku buat sehingga, forum ini bisa menjadi hidup dan sehat, diantaranya adlh:Seseorang tidak boleh mengeluarkan pendapat yg berhubungan dengan SARA (Suku, Agama, Ras, n’ Antar GOLONGAN)
  2. Seseorang diharapkan menyampaikan pendapat secara singkat, sederhana dan jelas. Kecuali, jika anda bisa mengeluarkan data-data empiris. Tapi kalo hanya menyampaikan kalimat argumentasi saja, diharapkan singkat dan jangan muter-muter.
  3. Dilarang memberikan pendapat dengan nada emosi, apalagi menghina, mengejek, n’ mengecam pendapat orang lain. Karena disini bukan ajang debat. Hanya sekedar mengukur apakah generasi muda sekarang sudah kritis dalam menghadapi permasalahan bangsa.
  4. Seseorang dapat menyanggah pendapat orang lain. Dengan cara mempertegas pendapat anda sebelumnya, ataupun merespon pendapat orang lain, tetapi dilarang menyalahkan pendapat mereka. Dan tidak diperkenankan melakukan aksi intervensi yg menyatakan pendapat kitalah yg paling benar dan semua orang harus mengikuti pendapat kita. Bila anda ingin menyatakan bahwa pendapat andalah yg terbaik untuk bangsa ini, dan diharapkan semua orang mengikuti pendapat anda. Diharapkan anda tidak melakukan hal itu diforum ini. Silahkan anda melakukan pemahaman2 pemikiran itu diluar forum ini. Karena forum ini hanya untuk melihat pendapat semua orang tentang masalah bangsa ini dari berbagai sudut pandang.

Oh iya disini aku bertindak sebagai moderator

Diharapkan partisipasi kalian semua disini. Bila memang kalian mencintai bangsa ini. Memang terlihat sangat rendah rasanya, menilai rasa cinta negara ini dengan cuma sekedar memberikan komentar pada artikel ini. Tapi setidaknya dari hal kecil inilah dapat terlihat siapa yang mencintai negara ini (dengan berusaha memberikan pendapat kenapa dan apa solusinya, mengapa bangsa ini terpuruk) atau yang cuma bisa omong doang ongkang2 kaki merasa tidak ada masalah dinegara ini. Jika memang anda merasa pendapat anda sudah terwakili. Mohon tetap memberikan pendapat anda, karena disini kuantitas (jumlah pendapat yg sama) juga berpengaruh nantinya dalam mengambil kesimpulan.

Diharapkan kita semua dapat menemukan titik temu atas persoalaan yg sekarang melanda bangsa kita. InsyaAllah aku akan memberikan kesimpulan atas pendapat2 anda nantinya, sehingga nantinya generasi muda seperti kita ini bisa mampu membawa nasib bangsa kedepan menjadi lebih baik, karena kita sudah mengetahui apa yang menjadi akar masalah dan solusinya atas keterpurukan negara kita.

Iklan

18 thoughts on “Indonesia negara terkaya Part II (forum diskusi)

  1. Kaya tapi miskin.
    Aku rasa itulah ungkapan yang tepat sobat.

    Aku harap pemerintah akan lebih serius menangani masalah ini agar kemakmuran cepat tercapai bukan untuk segelintir golongan manusia saja.

    Good post sobat.
    Semoga melalui posting ini dapat menggugah para pembacanya.

  2. Erg-,
    Sebelumnya saya memberikan apresiasi yang tingga padamu yang telah melakukan upaya ini. dan saya yakin, memang melalui diskusilah kita bisa menemukan solusi yang lebih kepada kesepakatan bersama. dari pada debat kan?

    Rezim lama (baca : orde lama) telah meninggalkan warisan berupa kebobrokan moral–sogok-menyogok dan korupsi, tiadanya penegakan hukum, dan ambruknya supermasi hukum–yang barangkali belum pernah terjadi dalam sejarah modern… [Panglaykim & Arndt 1966 : 46]

    Itulah sebuah penilaian terhadap warisan Pemerintahan Soekarno dari pertengahan 60-an. Suatu hal yang ironis, tetapi juga menyedihkan lagi menyayat hati, adalah bahwa penilaian mengenai rezim lama (baca : orde lama) secara umum juga dapat ditunjukkan kepada rezim baru (baca : orde baru). Tidak sampai di situ, jika kita lihat perkembangan di negeri ini, walaupun rezim reformasi –yang bermakna rezim transisi menuju negara Republik Demokrasi–belum usia (atau memang tidak akan usai?), maka penilaian tersebut masih berlaku ❗ rezim reformasi sedang bergerak, dan pergerakannya malah menghasilkan warisan untuk masa depan yang kurang baik.

    UUD telah mengamanatkan amat jelas tentang tugas negara, tapi sebagus apapun UUD-nya jika apa aktor pelekasananya itu bermental tidak baik, ya hasilnya akan tidak baik, malah barangkali amanat UUD yang mulia itu pun mereka akali. Sungguh menyedihkan!

    Jika masa orde lama… jelas kita tidak bisa terlaru menyudutkan karena memang itu masa-masa revolusi baru merdeka, alias baru lahir, jadi gejolak politik lebih utama… di era ini penyejahteraan rakyat dengan jalan sederhana : mencetak uang.

    lantas orde baru… terlaru represif dan jorjoran atas uang panas dari luar, dan memang Pak Harto itu tipe orang yang njeh mulu kalau menerima bantuan (baca : hutang).penyejahteraan rakyat di era ini dengan jalan sederhana : ngutang… tanpa bilang-bilang…

    lalu di era reformasi…. saya kira tidak jauh beda….

    Nah, di sini aktor yang ada di atas yang tidak benar, mereka hanya berorientasi kekuaasaan dan kepentingan pribadi…

    Menyedihkannya kendaraan (baca : partai) tidak berinisiatif inovatif untuk menjemut pemuda-pemuda bangsa yang baik untuk bangsa ini… mereka lebih nyari uang… jadi meski itu tokoh lama, ya mereka jabani mengusung mereka…

    rakyat, melalui LSM tetap tidak di dengar….

    yang pertama harus dilakukan ialah mencerdaskan rakyat sebagai penentu (pemilih) pemimpin….

    tidak bisa sendiri-sendiri…

    ya, semoga akan ada perbaikan…

    kadang kita memang harus berkontribusi sendiri untuk negara… melalui profesi masing-masing dengan jalan mengabdi dengan ikhlas…

    semoga diskusi ini akan menghasilkan faedah…. amin

    salam

  3. Assalaamu’alaikum ….

    kekayaan kurniaan Allah kepada sesebuah negara seharusnya dinikmati oleh mereka yang menghuninya. namun jika kekayaan itu tidak diguna dan diusahakan dengan bijak maka kerugian akan berlaku seperti yang saudara nyatakan dalam perbahasan tentang kekayaan negara Indonesia.

    Mudahan kesedaran para pemimpinnya untuk mengusahakan kekayaaan yang sedia ada bisa menguntungkan semua rakyat. teruskan berkarya untuk manfaat bersama.

    Salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung ke laman saya.

  4. Kata Pak Pidi Baiq di acara “Kabar ++” di TVOne, rakyat Indonesia itu cuman cinta tanah dan air (tanah air), tapi orang luar negeri cinta kandungannya.. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s