Gaya hidup ramah lingkungan

“Cuma mau sekedar berbagi bukan maksud menggurui”

Sambungan: Tips Gokil Mencegah Global Warming.

Ngga usah jauh-jauh kalo kita mau nunjukin kita peduli dengan lingkungan. Dan sampai sekarangpun gue masih belum punya niatan buat masuk ke organsisasi penyelamatan lingkungan. Kayanya ngga perlu menjadi anggota walhi baru bisa menjaga lingkungan, ngga perlu masuk ke wwf buat peduli sama lingkungan, ngga perlu jadi menteri lingkungan hidup buat bisa melestarikan lingkungan. Dan ngga perlu masuk teknik lingkungan biar punya muka ganteng kaya gue (nah lo?).

Karena kita bisa menyelamatkan bumi kita sendiri tanpa kita masuk keorganisasi ataupun LSM ini itu. Kita bisa melestarikan lingkungan ini dengan sedikit merubah gaya hidup kita, merubah sedikit kebiasaan kita, Sedikit aja kok sob ngga banyak. Ngga merepotkan atau mengganggu kehidupan loe ko sob. Sumpah ane jujur.

Untuk itulah gue mencoba menyusun beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kita rubah buat menjaga lingkungan kita. Hasil dari browsing diinternet dan beberapa pengalaman hidup gue ini lah yang coba gue bagikan kepada loe semua. Karena kalo bukan kita, siapa lagi yang melestarikan bumi kita. Alien? Ato jin? Ngga mungkinkan..!!!

Gaya hidup ramah lingkungan yang mungkin bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya:

Dikamar tidur

  • Gunakan lampu baca jika ingin membaca sebelum tidur, dan matikan lampu kamar yang memiliki daya lebih besar.
  • Matikan lampu atau gunakan lampu tidur ketika tidur
  • Matikan anti nyamuk elektrik jika sudah tidak ada nyamuk lagi.

Diruang tamu dan keluarga

  • Matikan peralatan listrik jika tidak digunakan, jangan dibiarkan stand by karena listrik tetap mengalir 5%.
  • Gunakan peralatan digital yang mampu dicharge ulang, bukan menggunakan baterai
  • Gunakan lampu hemat energi. Untuk setiap lampu hemat energi dan bohlam perbedaan biaya listriknya adalah sekitar Rp 60.000 per tahun. Bagaimana jika 10 lampu?
  • Gunakan kaca rumah yang bisa mengurangi efek suhu panas di dalam ruangan.
  • Matikan TV jika tidak ditonton.
  • Gunakan peralatan listrik hanya saat benar-benar dibutuhkan.
  • Usahakan jangan menggunakan peralatan listrik berdaya listrik besar saat beban puncak 17-22.

Di ruang kerja/belajar

  • Fotocopy dan gunakan kertas di kedua sisi.
  • Gunakan email untuk surat-menyurat internal daripada dengan kertas.
  • Donasikan barang-barang bekas yang masih bisa berguna.
  • Gunakan flash drive daripada CD.
  • Kurangi kontras dan brightness di layar monitor.
  • Menggunakan Laptop (60 watt) jauh lebih hemat energi ketimbang PC (200 watt lebih).
  • Gunakan kertas bekas untuk keperluan coret-coret atau catatan kecil.

Di dapur

  • Usahakan jangan mencuci makanan dengan air yang terus mengalir.P
  • Perbaiki lemari es yang lama.
  • Cairkan bunga es di kulkas secara teratur.
  • Keluarkan yang tidak perlu dari lemari es seminggu sekali.
  • Belilah sayuran organik.
  • Hemat penggunaan minyak goreng, karena jutaan hektar hutan diubah jadi perkebunan kelapa sawit yang tidak maksimal menyerap emisi karbon
  • Belilah cairan pembersih piring dalam kemasan besar dan bukan sachet.

 

Di ruang makan

  • Jangan membuang-buang makanan karena limbahnya dapat menimbulkan gas methane.
  • Gunakan serbet kain daripada tissue karena tidak bisa didaur ulang.
  • Jangan masukkan makanan panas ke dalam lemari es.
  • Hindari penggunaan barang sekali pakai buang seperti sumpit dan sedotan. (Beli yang bisa dipergunakan berkali-kali)
  • Biasakan mengkonsumsi makanan lokal ketimbang import karena tidak membuang-buang emisi banyak untuk pengirimannya.
  • Kurangi menggunakan produk makanan sachet. Pergunakan kemasan yang lebih besar untuk mengurangi sampah dan bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah.

Di kamar mandi n’ ruang cuci

  • Cuci pakaian menggunakan air dingin daripada menggunakan air panas.
  • Gunakan alat jebakan daripada menggunakan racun tikus dan obat serangga.
  • Kurangi penggunaan cairan pembersih dalam mencuci.
  • · Gunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian.Jangan mandi berlama-lama, hindari bathtub karena menghabiskan air bersih 100 Liter.

Di Perjalanan

  • Gunakan kendaraan umum jika memungkinkan.
  • Matikan mesin kendaraan saat mengisi bensin.
  • Jangan mengendarai melebihi kecepatan maksimum.
  • Jangan membawa barang-barang yang tidak perlu dalam kendaraan.
  • Service kendaraan dan periksa ban secara teratur.
  • Beli kendaraan hemat bahan bakar.
  • Cucilah mobil/motor menggunakan ember dan lap dan bukan selang.
  • Matikan mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik
  • Cek tekanan ban mobil, karena apabila tekanan kurang 0,5 bar dari normal akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sebesar 5%
  • Usahakan untuk tidak memanaskan mobil dalam posisi berhenti. Mobil akan lebih cepat panas apabila dikendarai, sehingga Anda akan menghemat bahan bakar
  • Hindari menggunakan rem secara mendadak karena mengonsumsi bahan bakar dengan cepat.
  • Turunkan bagasi apabila Anda tidak membutuhkannya lagi, karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan bakar lebih banyak dalam jarak 100 km
  • Coba mengurangi jarak tempuh perjalanan kendaraan Anda tiap minggunya. Semisal, gunakan kendaraan antar jemput bersama untuk ke kantor atau ke sekolah.

Dihalaman rumah dan pekarangan

  • Gunakan timer (sensor cahaya matahari) untuk lampu taman.
  • Kurangi penggunaan pestisida.
  • Gunakan kuas atau roller untuk mencat daripada cat semprot.
  • Tanam sampah organik agar menjadi pupuk.
  • Tanamlah tanaman baik di halaman, pot ataupun dengan sistem hidroponik.
  • Gunakan air bekas mencuci sayuran untuk menyiram tanaman.
  • Hentikan membakar rumput di lapangan.
  • Tanam tanaman yang bisa dimakan / diolah menjadi masakan.
  • Tampung air hujan untuk menyiram tanaman.
  • Gunakan gembor/sprayer untuk menyiram atau pasang ‘nozzle’ di selang agar air tidak mengalir terbuang saat sedang tidak digunakan.

Ditempat umum

  • Berikan pengetahuan akan pemanasan global kepada orang sekitar.
  • Naiklah tangga daripada menggunakan lift atau eskalator.
  • Kurangi penggunaan materi semprot aerosol untuk mengurangi CFC.
  • Belilah produk yang memiliki label ‘environment friendly’.
  • Belilah produk di tempat yang dekat untuk mengurangi transportasi.
  • Beli pulsa elektrik untuk menghindari terbuangnya kertas voucher.
  • Kurangi penggunaan plastik, karena tanah membutuhkan waktu 100 tahun untuk menuraikan plastic.

 

Semuanya simple kan, gue aja Insyaalah bisa mempraktikannya juga deh. Tinggal merubah gaya hidup gue sedikit. Karena perubahan besar itu berawal dari perubahan pribadi masing-masing. Jadi jangan berharap kita mampu mengatasi global warming, jika pribadi kita bertolak belakang dari gaya hidup ramah lingkungan.

“Berubah itu pilihan, tapi menyelamatkan bumi kita itu adalah keharusan”

 

So, tunggu apalagi. Sudah berapa besar usaha anda dalam menyelamatkan bumi kita?

 

“Jika pohon terakhir telah ditebang, jika sungai terakhir telah tercemar, jika ikan terakhir telah ditangkap. Baru manusia akan sadar bahwa mereka tidak akan bisa makan uang”

 


Iklan

3 thoughts on “Gaya hidup ramah lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s