Begitu mudahnya kita terpecah

VIVAnews – Hingga Rabu malam, 29 September 2010, Kota Tarakan masih sepi dan mencekam. Hingga saat ini, warga lebih banyak yang memilih berdiam diri di pengungsian. Akibatnya, jumlah pengungsi pun makin bertambah memasuki hari ketiga pasca kerusuhan. Palang Merah Indonesia (PMI) mencatat terdapat lebih dari 32 ribu warga yang mengungsi di tiga lokasi. Bahkan, PMI menemukan dua lokasi pengungsian baru yang belum terdata jumlahnya.

“Dua lokasi pengungsian baru kami temukan, yaitu di Stadion Ratu Adil dan Gedung Wisma Patra,” ujar Sainal, staf Divisi Penanggulangan Bencana PMI Kota Tarakan, seperti yang termuat dalam laman PMI.

Adapun, rincian jumlah pengungsi di tiga lokasi pengungsian adalah di Lokasi 613 sebanyak 16 ribu pengungsi, di Kodim sebanyak 12 ribu pengungsi, dan di Juata Laut sebanyak empat ribu pengungsi. Pengungsi berasal dari empat kecamatan yang ada, yaitu Kecamatan Tarakan Timur, Tarakan Barat, Tarakan Utara, dan Tarakan Tengah. “Masih ada warga yang terisolir dan belum dapat dievakuasi ke wilayah yang lebih aman. Diperkirakan sekitar empat ribu warga wilayah Karungan, Kecamatan Tarakan Timur masih sulit dievakuasi,” ujar Sainal.

****

Tarakan kini mulai memanas, gue Cuma berharap konflik ini tidak memanjang menjadi konflik horizontal yang pernah terjadi diwilayah Kalimantan beberapa tahun lalu. Tak cukup itu saja diwilayah Ampera, Jakarta terjadi pula konflik antara 2 kubu “Blowfish”. Gue sempet bingung betapa rendahkah tingkat pendidikan penduduk negeri ini, hingga dengan mudah terpancing emosi. Atau memang benarkah kata orang banyak “kemiskinan sangat dekat dengan kejahatan” Dimana sifat-sifat “ketimuran” yang rakyat negeri ini selalu banggakan didepan para turis yang datang?.

Dimanakah makna “Bhineka Tunggal Ika” yang selama ini terpampang dibawah cengkraman lambang negara kita. Lupakah kalian saudara-saudaraku arti dari berbeda-beda tetapi tetap satu jua itu. Lupakah kalian banyak perbedaan-perbedaan diantara kita yang telah kita lalui bersama. Lupakah kalian kedamaian ini yang dirindukan ratusan tahun lalu oleh para kakek buyut kita ketika kita masih dijajah, tapi sekarang kita sendiri yang menghilangkan rasa damai dinegeri ini. Apakah kita perlu dijajah negara lain lagi baru kita menyadari betapa berharganya arti kedamaian.

Gue yakin kita adalah rakyat yang berpendidikan, rakyat yang bermatrabat, rakyat yang ramah dan sopan. Bukan rakyat yang hanya mementingkan ego antar golongan dan kelompok.

Damai itu indah bro, salam damai dari blogger Banjarmasin untuk negeri ini

*Sambil mengingat-ingat arti dari “Bhineka Tunggal Ika” yang pernah guru gue sampaikan waktu SD

Iklan

2 thoughts on “Begitu mudahnya kita terpecah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s